Nasrul-Personal Blog

Personal Blog’s Education

“Kemiskinan” Permasalahan yang Rumit

Ditulis oleh Nasrul di/pada 19 Januari, 2009

Kemiskinan

Kemiskinan

Ekonomi dan Kesejahteraan merupakan salah satu permasalahan yang hingga saat ini belum dapat di selesaikan oleh para pemimpin yang pernah berkuasa di negeri ini.

Kita semua tahu saat krisis ekonomi  melanda indonesia di akhir Masa Orde Baru Pengangguran semakin merajalela karena banyaknya perusahaan yang terpaksa harus Gulung Tikar.

Oleh sebab itu banyak orang-orang yang berusaha mencari jalan lain untuk dapat menghidupi keluarganya. Mereka mencoba berdagang dengan modal seadanya menjajakan dagangan di pinggir jalan raya, ada juga yang keliling mendorong gerobaknya dengan harapan bisa mendapat hasil untuk anak dan istri yang sedang menunggu dirumahnya. Semua itu mereka lakukan hanya untuk dapat hidup layak bagi keluarganya.

Namun, disisi lain pemerintah terus mengadakan Razia dan dengan gencar

Penertiban

Penertiban

mengadakan penertiban pedagang kaki lima di berbagai kota hanya untuk menjaga keindahan tata kota yang telah mereka rencanakan saat ini.

Mereka (PKL) hanya bisa pasrah melihat barang dagangannya dibawa dan di obrak-abrik oleh petugas Pol. PP. dan dengan terpaksa mereka harus menganggur karena ladang usaha satu-satunya telah tiada.

Dari teks tersebut kita bisa melihat bahwa “Kemiskinan” merupakan salah satu dari berbagai masalah-masalah lainnya di indonesia yang cukup rumit untuk diselesaikan. Di satu sisi PKL mencoba memperbaiki kesejahteraan hidupnya dengan berjualan di pinggir jalan raya. Namun, disisi lain pemerintah menginginkan adanya kota yang bersih dari PKL agar terciptanya keindahan dan kebersihan Tata Kota yang telah dan sedang mereka bangun saat ini.

(Silahkan isi Komentar)
Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

16 Tanggapan ke ““Kemiskinan” Permasalahan yang Rumit”

  1. bocahbancar berkata

    Permasalahan kompleks di negara yang sedang berkembang..

    di satu sisi ingin dilihat berhasil di negara-negara tengga namun di sisi lain ternyata memang permasahan di negara kita lebih besar ketimbang gaya gengsi kita ya termasuk kemiskinan atau kemelaratan ini..

    Jadi seharusnya memang pemerintah memperhatikan dari masyarakat paling bawah dahulu dalam mengambil kebijakan, bukan sekedar gengsi saja..

    Betul tidak..???

  2. Irfan berkata

    gue setuju sama pernyataan diatas

    pemerintah cenderung ngejar gengsi atau piala kalpataru
    rakyat kecil main gusur, ga bikin solusi

  3. mifarz berkata

    Kemiskinan memang Merupakan prioritas paling utama yang seharusnya pemerintah tangani…..karena jika ini dibiarkan terus menerus maka semakin lama akan semakin meningkat jumlah kemiskinan di negara ini…Karena apalah artinya pembangunan jika rakyatnya masih miskin…Mungkin ada beberapa cara menanggulangi kemiskinan salah satu diantaranya perluas lapangan kerja…..itu saja mungkin untuk sementara ini…NtaR diSAmbung lagi pendapat dari saya!!!! Wassalam…

  4. Indah Parmalia berkata

    Permasalahan ini klo di Ekonomi dibahas dalam mata kuliah Ekonomi Pembangunan, The Vicious Circle of Poverty..
    Kenapa rakyat miskin?
    karena pendapatan per kapita or GNP rendah
    Kenapa GNP rendah?
    karena produktivitas masyarakat rendah
    Kenapa produktivitas rendah?
    karena investasi rendah
    Kenapa investasi rendah?
    karena saving kita rendah (spa yang mw investasi kan)
    Kenapa saving rendah?
    karena rakyat miskin (apa yang mw ditabung?)
    Kenapa miskin? (balik lagi keatas)
    hehhe..
    ga abis2 jadi nya masalah negara kita

    kayak kemaren aku juga liad, Pol pp ngangkutin gerobak2 pinggir jalan,,uugh..miris bner liatnya

  5. astriani berkata

    Blog yang keren. Kunjung balik ke blog saya di http://www.astriani.wordpress.com. Terima kasih

  6. wbio berkata

    luar biasa analisisnya buat Indah Parmalia

    thanks nasrul buat infonya

    http://wordbiology.wordpress.com

  7. The Dexter berkata

    Mari kita bantu mereka dengan kemampuan masing-masing… Suatu hari para satpol itu juga kena batunya pasti.

  8. diodinta berkata

    Namun, disisi lain pemerintah terus mengadakan Razia dan dengan gencar

    susah memang,, tapi yang namanya aturan tetap aturan, begitu menurutku. bukannya aku menutup mata, tapi jika memang aturannya begitu mau bagaimana lagi, masa mau melanggar aturan yang kita bikin sendiri. tapi memang seharusnya yang bikin aturan mikir jalan keluar ya,, hm… jadi bingung….

    -lam kenal-

  9. Setelah “kemiskinan” tentu ada tulisan berikut kan Om? Hayo mana???
    Salam kicau…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>